Cara Membuat Pembukuan Sederhana Untuk Bisnis Kecil Menengah

Bagi pebisnis pemula, atau perusahaan sekala kecil biasanya omset yang meningkat atau orderan yang lancar dari pelanggan sudah dianggap cukup menggambarkan bisnisnya berhasil dan maju. Tapi sebenarnya anggapan tersebut sangatlah keliru. Bagaimanapun, yang namanya kegiatan usaha pasti tidak melulu hanya melakukan transaksi penjualan yang menghasilkan omset saja. Sebuah kegiatan usaha pasti juga melakukan pengeluaran – pengeluaran untuk perasional seperti pembayaran listrik, pembayaran tagihan telepon, bahkan pembayaran gaji bagi yang sudah memiliki karyawan.  Seandainya belum memiliki karyawanpun, tetap ada pengeluaran untuk menggaji diri sendiri. Dan hal yang paling fatal adalah mengambil gaji untuk diri sendiri tanpa perhitungan yang jelas dan hanya berdasarkan keinginan pribadi.

Pebisnis kecil sering kali tidak mau repot atau ribet membuat pembukuan karena dianggap sangat rumit dan menyita waktu serta pikiran.

Untuk itulah diperlukan pembukuan sederhana yang sebenarnya sangat mudah untuk dibuat. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1.Pisahkan keuangan pribadi dengan uang untuk usaha

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah, pisahkan uang pribadi dengan uang usaha. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kejelasan mengenai perputaran uang modal yang digunakan untuk usaha Anda. Jangan sampai kita tidak mengetahui berapa sebenarnya Modal usaha kita dan berapa besar angka penambahan modalnya dari waktu ke waktu

 

2. Tentukan Gaji dengan Pantas sesuai kondisi usaha Anda

Jika Anda tidak memiliki karyawan dan menjalankan profesi sebagai selfemploy, tentukan berapa gaji yang pantas Anda dapatkan dari usaha yang Anda jalani demi menunjang kelangsungan usaha Anda karena Anda juga tetap perlu dana operasional sehari-hari. Tentukan tempo pengambilan gajinya. Harian, Mingguan, atau bulanan yang jelas Angkanya harus tetap dan pasti. Jangan sekali-kali anda mengambil uang sekedarnya jika perlu misalkan untuk membeli cemilan ringan atau bahkan mengambil lebih sesukanya demi memenuhi keinginan atau kebutuhan pribadi misalkan untuk membeli Ponsel baru yang jelas-jelas hal tersebut tidak ada hubungannya dengan kegiatan  perusahaan Anda.

 

3. Buat Neraca Sederhana dan Laporan Laba Rugi Sederhana

Neraca dibuat untuk mengetahui  gambaran posisi keuangan usaha Anda yang sebenarnya. Neraca yang harus dibuat terdiri dari beberapa pos penting Antara lain:

  • Jumlah Kas atau Saldo Bank Anda
  • Jumlah Nilai Persediaan Barang Dagangan Anda
  • Jumlah piutang Anda
  • Total Modal yang Anda Keluarkan
  • Jumlah Hutang Anda

Berbeda dengan neraca, laporan laba rugi lebih menggambarkan besarnya pendapatan dan besarnya biaya –  biaya yang Anda keluarkan dalam periode tertentu. Laporan laba rugi terdiri dari beberapa pos antara lain:

  • Pendapatan
  • Harga pokok penjualan
  • Biaya operasional seperti Gaji, tagihan, sewa dan lain sebagainya.

Itulah hal-hal yang wajib dicatat untuk mengetahui posisi keuangan usaha Anda dan pergerakan keuangan usaha Anda

Sebenarnya sekarang sudah banyak sekali aplikasi pembukuan sederhana yang bisa membantu pengusaha kecil menengah dan bisa dicoba secara gratis. Salah satunya adalah Aplikasi Accurate Standard. Untuk mencoba secara gratis silahkan ikuti atau klik link ini dan ikuti video panduannya di sana.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *